MAKALAH
Masalah Kematian Akibat Campak
Disusun
Oleh Kelompok 8 :
Ria Paramita. J
Basilius Y. Weu
Sulthon
Anselmus .A
Devi Zamila
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN SURABAYA
PROGRAM STUDI S1
KEPERAWATAN
SURABAYA 2012
BAB I
PENDAHULUAN
Campak merupakan penyakit
infeksi sistem saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus, terutama oleh
family paramyxovirus dari genus morbillivirus. Morbillivirus seperti halnya
paramyxovirus, terbungkus oleh rantai virus RNA negatif. Gejalanya diantaranya
demam, batuk, pilek, dan biasanya muncul ruam erythema maculopapular
(wikipedia,diakses 31 maret 2010).
Campak juga
dikenal dengan nama morbili atau rubeola. Campak sebagian besar dapat dicagah
dengan vaksin, dan dapat menyebabkan kematian pada anak-anak diseluruh dunia
(Immunisation Advisory Centre, diakses 12 Maret 2010)
Campak menyebar melalui pernafasan (melalui cairan yang berasal dari hidung dan
mulut penderita), salah satunya terkena langsung atau melalui bersin maupun
batuk, tingginya penularan 90% pada orang yang tidak memiliki imunitas
(kekebalan). Periode inkubasi rata-rata 14 hari dan infeksi berlangsung sampai
2-5 hari termasuk munculnya ruam (wikipedia,diakses 31 maret 2010).
BAB II
PERMASALAHAN
1. Angka
Kesakitan
Sejak september 2009, Johannesburg, kota di Gauteng, Afrika Selatan dilaporkan
sekitar 48 kasus campak. Setelah menjadi wabah, pemerintah memerintahkan semua
anak untuk divaksinasi. Program vaksinasi dimulai disekolah dan penyuluhan
kepada orang tua balita mengenai vaksinasi tersebut. Banyak orang yang tidak
mendapatkan vaksinasi pada saat itu, sebab ada kepercayaan bahwa vaksinasi
tersebut tidak aman dan tidak efektif, walaupun Departemen Kesehatan menjamin
masyarakat bahwa program tersebut benar-benar aman. Akan tetapi muncul
pemikiran bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru yang harus digunakan
(wikipedia,diakses 31 maret 2010).
Pada 19 februari 2009, 505 kasus campak dilaporkan di 12 provinsi di Vietnam
Utara, diantaranya di Hanoi sebanyak 160 kasus. Tingginya angka komplikasi meliputi meningitis
dan encephalitis yang menjadi masalah tenaga kesehatan.dan di AS menganjurkan
bagi orang yang sering berpergian keluar negeri untuk diberikan imunisasi campak.
Pada maret 2010 Filipina mengumumkan kenaikan kasus endemik campak yang
terus-menerus meningkat (wikipedia, diakses 31 maret 2010).
2. Angka
Kematian
Campak
merupakan penyakit serius dengan 30 % dari kasus yang dilaporkan terdapat
komplikasi. Kematian pada campak terjadi kira-kira 2 per 1000 kasus yang
dilaporkan di AS dari tahun 1985 hingga 1992. Komplikasi dari campak biasanya
pada balita (usia kuarang dari 5 tahun) dan dewasa (usia lebih dari 20 tahun)
(wikipedia, diakses 31 maret 2010).
Angka kematian campak untuk untuk Negara berkembang adalah 3 per 1000 kasus,
atau 0.3 %. Di Negara berkembang tinginya kasus disebabkan dari malnutrisi dan
tidak adanya pelayanan kesehatan, angka kematiannya 28 %. Pada penderita dengan
sistem imun lemah (misalnya AIDS) angka kematian mencapai 30 % (wikipedia,
diakses 31 maret 2010).
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
1. Keluhan dan Gejala Penyakit
Campak merupakan penyakit akut yang ditandai dengan demam, batuk, pilek
(koriza), konjungtivitis, ruam eritema maculopapular dan tanda lesi pada mulut
(bintik Koplik). Gejala awal (fase prodromal) dari infeksi campak diantaranya
demam, pilek, batuk dan mata merah. Gejala tersebut biasanya berakhir dalam
waktu yang singkat sebelum terbentuknya ruam merah. biasanya akan terlihat
bintik putih (bintik koplik) didalam mulut selama fase terjadi (dapat dilihat
pada Gambar. 1) serta akan berahir 4-7 hari (Measles Factsheet, diakses pada 12
Maret 2010).
Fase exanthem (terbentuknya ruam) dimulai 2 minggu setelah eksposur atau 1
minggu setelah bintik Koplik muncul pada dinding mulut. Ruam maculopapular
mulai terlihat pada bagian kening dan belakang daun telinga kemuian akan meluas
ke wajah dan menyebar hingga bagian ekstremitas atas (bahu dan lengan). Wilayah
ruam akan terus meluas sampai terjadi pertemuan antar ruam (dapat dilihat pada
Gambar. 2), kemudian setiap daerah pertemuan antar ruam akan meninggalkan bekas
warna cokelat yang disebut sebagai daerah hyperpigmentasi, akan tetapi derah
hyperpigmentasi tersebut hanya bersifat sementara. Ruam biasanya mulai
menghilang pada hari ke 3 atau ke 4 munculnya ruam (Wilson,Walter R, 2001).
2.
Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Diagnosis klinik dari gejala campak sejarahnya adalah panas tiga hari bersamaan
dengan tiga gejala lainnya yaitu batuk, pilek dan conjunctivitis. Observasi
dari bintik koplik juga menjadi salah satu diagnosis penyakit campak. Diagnosis
ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas. Pemeriksaan lain yang
mungkin perlu dilakukan (wikipedia, diakses 31 maret 2010):
• Pemeriksaan darah tepi (serologi)
• Pemeriksaan IgM anti campak
• Pemeriksaan komplikasi campak : enteritis, ensephalopati, bronkopneumoni.
3. Etiologi
Campak disebabkan oleh pleomorphic 100-250 nm virus RNA dari family
Paramyxoviridae dan termasuk dalam genus Morbillivirus (Wilson,Walter R, 2001).
4. Cara
Pencegahan
Penyakit campak dapat menyebar melalui inhalasi (pernafasan) sehingga perlu
dilakukan pencegahan, diantaranya (Measles Factsheet, diakses pada 12 Maret
2010):
• Saat seseorang terinfeksi campak yaitu pada 4 hari setelah terserang ruam,
hal ini penting bahwa penderita tersebut harus tetap tinggal dirumah untuk
mengurangi kemungkinan menyebar kepada orang lain.
• Perlindungan terbaik melawan campak adalah melalui imunisasi dengan vaksin
yang disebut MMR. Vaksin tersebut memberikan perlindungan terbaik terhadap
infeksi campak, seperti pada mumps dan rubella.
• Vaksin MMR sekarang ini dianjurkan untuk dosis pertama diberikan pada bayi
usia 12 bulan dan dosis kedua pada usia 4 tahun. Dengan demikian, dua dosis MMR
memberikan perlindungan terhadap campak hingga lebih 98% dari imunisasi
tersebut.
• Banyak orang dewasa kebal terhadap campak sebab mereka telah terinfeksi pada waktu anak-anak, pada
remaja belum perrnah mendapat campak atau telah menerima imunisasi campak.
• Setiap orang yang lahir pada atau setelah tahun 1996 tidak kebal terhadap
campak, akan mendapat 2 dosis imunisasi MMR. Vaksin tersebut terutama digunakan
oleh pekerja kesehatan, pekerja anak atau orang yang berpergian ke luar negeri.
5. Cara Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Pengobatan diantaranya istirahat,
minum yang banyak serta minum paracetamol saat demam. Pada saat seseorang
terinfeksi campak, hal ini penting bagi penderita untuk tetap tinggal dirumah
untuk mengurangi kemungkinan virus menyebar kepada orang lain (Measles
Factsheet, diakses pada 12 Maret 2010).
Pengobatan campak sering mendukung. Perawatan rumah sakit tidak dianjurkan
kecuali pada pasien yang mengalami dehidrasi, sesak nafas, encephalopathik.
Pasien anak-anak yang membutuhkan perawatan rumah sakit dan pemberian vitamin
A. Penelitian klinik baru-baru ini telah memperlihatkan penurunan angka
kesakitan dan angka kematian pada pasien yang diberikan tambahan vitamin A.
Pasien usia berapapun boleh mendapatkan tambahan vitamin A jika keadaan
klinisnya berat/parah. Semua pasien disuatu wilayah yang diketahui kekurangan
(defisisensi) vitamin A akan diberikan tambahan/suplemen jika campak endemic
didareah tesebut (Wilson,Walter R, 2001).
6. Rehabilitasi
Infeksi
campak bersifat self limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya
sehingga tidak ada pengobatan khusus bagi penderita campak, kecuali yang
disertai dengan komplikasi seperti encephalitis, pneumonia dan komplikasi
lainnya. per 100.000
• Penyakit campak terjadi pada ibu yang sedang hamil beresiko untuk melahirkan
premature atau 7. Prognosis
Prognosis baik jika tidak terjadi komplikasi. Prognosis buruk bahkan akan
mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh komplikasi yang terjadi.
Komplikasi campak jarang terjadi, akan tetapi dapat menjadi serius apabila
bersamaan dengan munculnya diare, pneumonia, dan encephalitis. Komplikasi hebat
biasanya terjadi pada orang dewasa (wikipedia, diakses 31 maret 2010).
Komplikasi yang ditimbulkan akibat penyakit campak diantaranya (Measles
Factsheet, diakses pada 12 Maret 2010) :
• Otitis media (infeksi telinga) : 7%
• Pneumonia: 6%
• Encephalitis akut
(radabg otak): 1 per 1000
• SSPE (penyakit degenerative pada otak): 1 melahirkan bayi dengan berat badan
lahir rendah (BBLR)
Sedangkan komplikasi yang ditimbulkan akibat dari pemberian vaksinasi
diantaranya (Measles Factsheet, diakses pada 12 Maret 2010) :
• Sekitar 5 - 15% muncul demam pada anak dengan suhu 39.5 °C atau lebih dan 5%
muncul ruam pada hari ke
6-12 setelah diimunisasi.
• Encephalitis (1 per 1000)
• Anaphylaxis (< 1 per 1000)
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Campak merupakan penyakit infeksi ystem saluran pernafasan yang disebabkan oleh
virus, terutama oleh family paramyxovirus dari genus morbillivirus. Gejalanya
diantaranya demem, batuk, pilek, dan biasanya muncul ruam erythema
maculopapular. Campak dapat dicegah dengan imunisasi dengan vaksin MMR.
Vaksinasi dosis pertama dapat dilakukan pada bayi usia 12 bulan dan dosis kedua
pada usia 4 tahun. Tidak ada pengobatan khusus untuk campak sebab campak
bersifat self limiting disease (dapat semuh dengan sendirinya) sehingga tidak
ada rehabilitasi pada penderita. Pengobatan dapat dilakukan bagi penderita jika
disertai dengan komplikasi misalnya konjungtivitis dengan vitamin A, demam
dengan memberikan parasetamol.Prognosis dari campak campak baik jika tidak
terjadi komplikasi.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
ectious
Diseasae.The McGraw-Hill Companies : USA.
Immunisation Advisory Centre.
Measles Fact Sheet : Parents and Caregivers. www.Immune.org.nz.university of
Auckland. Diakses pada tanggal 12 Maret 2010
Measles Factsheet. http://www.health.state.ny.us/diseases/communicable/measles/docs/factsheet.
pdf. Diakses pada tanggal 12 Maret 2010.
Wikipedia. Http://en.wikipedia.org/wiki/measles. Diakses pada tanggal 31 Maret
2010.
Wilson,Walter R.2001.Current Diagnosis & Treatment In Inf